Tingkatkan Kompetensi, Tim Kerja Pelayanan Keperawatan RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Workshop Cedera Medula Spinalis 2026
JAKARTA – Sebagai upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada kasus kegawatdaruratan saraf, Tim Kerja Pelayanan Keperawatan bekerja sama dengan Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono menyelenggarakan Workshop Keperawatan Cedera Medula Spinalis bagi Perawat di Rumah Sakit.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Februari dan Maret 2026 ini diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari Ners dan Perawat Vokasi di lingkungan RSPON Mahar Mardjono Jakarta. Workshop dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu pada 18–19 Februari dan 13 & 16 Maret 2026 secara luring di Ruang Nakes Gedung B RSPON.
Urgensi Penanganan Cedera Medula Spinalis
Cedera medula spinalis merupakan kondisi kritis yang berisiko menyebabkan kecacatan permanen akibat gangguan fungsi motorik, sensorik, dan otonom. Penanganan cepat dan terintegrasi sejak fase akut sangat krusial untuk meminimalkan komplikasi, di mana perawat berperan sentral dalam stabilisasi awal hingga pemantauan neurologis.
Sebagai rujukan nasional, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berkomitmen memastikan perawat memiliki kompetensi yang aman dan berbasis bukti (evidence-based practice). Peningkatan pengetahuan mengenai anatomi, pemeriksaan lanjutan, serta tata laksana medis menjadi keharusan di tengah perkembangan teknologi kesehatan.
Workshop ini hadir sebagai upaya terstruktur untuk memperkuat kapasitas klinis perawat melalui teori dan praktik langsung. Dengan integrasi keterampilan yang mumpuni, diharapkan kualitas asuhan keperawatan meningkat sehingga pemulihan dan keselamatan pasien dapat tercapai secara maksimal.
Materi Komprehensif dari Para Ahli
Workshop ini menghadirkan para pakar di bidang bedah saraf dan keperawatan medikal bedah untuk memberikan pemahaman mendalam secara teoritis maupun praktis. Berikut adalah rincian topik yang disampaikan:
-
Anatomi & Fisiologi Medula Spinalis: Penjelasan mendalam mengenai struktur dan fungsi sistem saraf pusat dalam kanalis vertebralis. Materi ini dibawakan oleh Ns R. Isnawan Risqi R., M.Kep., Sp.KMB.
-
Pemeriksaan Lanjut pada Pasien Cedera Medula Spinalis: Ns Cahyo Ismawati Sulistyorini, M.Kep., Sp.KMB memaparkan teknik pemeriksaan sensorik, motorik, otonom, hingga penggunaan ASIA score dan counting test.
-
Konsep Penyakit Cedera Medula Spinalis: dr. Yunus Kuntawi Aji, Sp.BS-FTB, M.Ked.Klin, FINSS menjelaskan definisi dan etiologi penyakit seperti HNP, tumor spinal, infeksi, hingga trauma spinal.
-
Tatalaksana Medis & Teknik Pembedahan: dr. Amal Rizky, Sp.BS memberikan tinjauan mengenai teknik operasi, manajemen wound care, serta mobilisasi dini pasca-operasi bagi pasien trauma maupun infeksi spinal.
-
Komplikasi & Kualitas Hidup: Paparan mengenai risiko syok, disfungsi otonom, hingga proses pemulihan saraf untuk meningkatkan kualitas hidup pasien oleh dr. Fadhil, Sp.BS, Subsp.N-TB(K).
-
Peran & Tatalaksana Keperawatan: Fokus pada asuhan keperawatan spesifik bagi pasien gangguan spinal oleh Ns Elis Nurhayati A., M.Kep., Sp.KMB serta pembahasan khusus mengenai Syok Spinal oleh Ns Ruth Berlian Medi P. S., M.Kep., Sp.KMB.
Penguatan Keterampilan Melalui Praktik Klinis
Selain sesi materi, para peserta juga mengikuti sesi praktik untuk mengasah keterampilan klinis, antara lain:
-
Praktik Pemeriksaan Neurologis: Latihan langsung pemeriksaan sensorik, motorik, otonom, dan counting test bersama tim instruktur (Ns Anita Rachmawati, Ns Koko Komarudin dan Ns Qurratu Iffoura).
-
Praktik ASIA Score: Pendalaman penilaian derajat kerusakan saraf menggunakan ASIA Score (Ns Cahyo Ismawati, Ns Lamasi Asina, dan Ns Efelyna Nababan).
-
Manajemen Airway & Mobilisasi: Praktik teknik moving and transferring, logroll, dan manajemen jalan napas pada cedera spinal (Ns M. Zarkoni, Ns Nipsyah Lega, Ns Putri Budi Utami dan Ns Sasongko Priyo D).
-
Monitoring Pasca-Operasi: Praktik penggunaan checklist monitoring dan identifikasi komplikasi neurologi (Ns Elis Nurhayati A, Ns Ruth Berlian Medi, dan Ns Ledy Rosanti).
Harapan bagi Pelayanan Keperawatan
Melalui workshop ini, perawat diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan berbasis bukti (evidence-based practice).
Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka komplikasi dan meningkatkan tingkat kemandirian serta kualitas hidup pasien cedera medula spinalis yang dirawat di RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono.
Penulis: Tia Marina